Tobasa,Hotnews
Pada Kamis,
(5/1/2017) Bupati Toba Samosir (Tobasa) Ir. Darwin Siagian telah melantik dan
mengangkat sumpah 33 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di
Pendopo Rumah dinas, Balige. Pelantikan para pejabat ini merupakan tindak
lanjut hasil tahapan seleksi/lelang jabatan yang sudah dilaksanakan oleh
panitia seleksi melalui intruksi PP 18 tahun 2016 dan Permenpan/RB No. 13 tahun
2014. Pengambilan sumpah jabatan oleh pejabat setingkat Esselon II ini
dituangkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 018, 019 dan 020 tahun
2017.
Uniknya, salah satu peserta seleksi LS yang
mencurigai adanya ketidak jujuran selama proses seleksi berlangsung justru
menyurati Bupati Tobasa pada tanggal 20 Desember 2016 lalu. LS yang nota bene
Pegawai dilingkungan Pemda tersebut melaporkan beberapa bentuk dugaan
ketimpangan dalam tahapan seleksi jabatan, salah satunya pengumuman hasil
Psikotest melalui nomor HP pribadi dengan menggunakan layanan WhatsApp.
Di dalam surat nya, LS menguraikan
bahwa pada tanggal 15 Desember 2016 dirinya diperkenankan mengikuti ujian
Psikotes, setelah dinyatakan lulus seleksi Administrasi. Sesuai jadwal, hasil Psikotes
dimumumkan pada tanggal 19 Desember 2016. Di hari pengumuman itu dirinya
mengaku mendatangi Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatikan
Kabupaten Tobasa guna mendapatkan kepastian informasi hasil seleksi.
Ketika berada dalam satu ruang
kantor , salah seorang Kepala Seksi di Dinas tersebut berinisial P.I Tambunan
mendatangi salah satu pegawai di ruangan tersebut bernama L.V Hutasoit dan
meminta untuk di printkan sebuah makalah atau karya tulis milik Josib Briztito
Sianipar, salah satu peserta seleksi jabatan. Sembari menunggu prinan selesai,
kepala seksi dimaksud melontarkan pertanyaan tentang identitas kepegawaian LS. Setelah
menjawab pertanyaan P.I Tambunan, si Pegawai tersebut lantas memperlihatkan
hasil pengumuman seleksi yang tertera di layar HP nya melalui layanan WhatsApp.
Kala itu ada 3 orang pegawai yang juga ikut mendengar dan melihat kesaksian P.I
Tambunan” tulisnya
Oleh sebab itu, LS beserta rekan
lainya mengaku terkejut mengetahui pengumuman hasil Psikotest disampaikan
melalui nomor Hand Phone (HP) via layanan WhatsApp. Sementara berdasarkan
ketentuan Panitia Seleksi (Pansel) Nomor : 800/05/PANSEL-JPTP/XI/2016
tentang seleksi jabatan pada huruf E,
point 6 di ketentuan lain-lain disebutkan bahwa setiap perkembangan seleksi ini
disampaikan melalui Website : www.tobasamosirkab.go.id.
Melihat sendiri peristiwa kecurangan itu, dimana pengumuman
hasil psikotes lebih dulu diberitahukan kepada pribadi-pribadi lewat WhatsApp
sebelum disampaikan secara resmi melalui website. Maka LS menilai telah terjadi
ketidak jujuran dalam tahapan seleksi jabatan di Lingkungan Pemda Tobasa,
sehingga mengarah pada tindak KKN yang berakibat pelanggaran hukum.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Badan
Kepegawaian Daerah (BKD) Tobasa Kasten Panjaitan yang ditemui awak media
beberapa kali dikantor nya tidak pernah berhasil. Menurut keterangan sejumlah
orang yang ingin menemui yang bersangkutan mengatakan bahwa Kasten Panjaitan
mulai dilantik terlihat jarang berada di kantor. Bahkan nomor HP yang
bersangkutan susah dihubungi.
Selanjutnya, Lorent Sianipar selaku
Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan karir yang mengetahui secara teknis
proses seleksi ketika dimintai penjelasan tentang prosedur pelaksanaan seleksi
jabatan justru enggan memberikan keterangan resmi. “ saya tidak berani
memberikan keterangan sekaitan itu, takut menyalahi. Silahkan langsung ke pak
Kaban saja” ujarnya.
Audi Murphy Sitorus yang kala itu
menjabat Sekda, sekaligus ketua Pansel saat dikonfirmasi oleh Wartawan malah
mengaku bahwa dirinya tidak terlibat dalam kepanitian seleksi jabatan.” Itu gawe
nya BKD, saya tidak memiliki keterlibatan dalam proses dan tahapan seleksi. Karena
saya sendiri juga adalah peserta seleksi. Jadi mohon pertanyaan nya ke BKD
saja,” kata Murphy yang baru dilantik menjadi Staff Ahli.
Melihat persoalan ini, seorang Tokoh
Pembina di organisasi kepemudaan, Simon Tambunan ketika dimintai tanggapan nya Minggu,(15/1)
menghimbau kiranya bapak Bupati Tobasa, Ir. Darwin Siagian betul-betul
menempatkan orang-orang atau pejabat-pejabat yang serius mendukung Visi/Misi
nya untuk memajukan Kabupaten Tobasa. Dan bukan malah memilih orang-orang yang
hanya mengambil kepentingan pribadi dari sebuah kepercayaan yang diberikan
beliau.
“ kita berharap orang-orang yang
dihunjuk pak bupati menjadi pembantunya dalam mewujudkan Tobasa Hebat adalah
orang-orang yang tepat, tentunya melalui pertimbangan-pertimbangan yang matang. Para pejabat
yang dilantik ini kita harapkan mampu memberikan masukan yang positif serta
membangun. Dan bukan melainkan saran-saran yang bernuansa politis sebagai
tujuan menjebak Pimpinan untuk mengeluarkan kebijakan-kebiakan yang
bertentangan dengan aturan dan Undang-undang, “ tegasnya.
Maka dari itu, kewaspadaan terhadap
niat-niat yang mencoba menjadi kendala dalam mewujudkan Tobasa Hebat, baiknya
menjadi pedoman penting dalam memanagement pemerintahan. Untuk itu, ketelitian
dalam menempatkan personil perangkat daerah merupakan strategi mencapai Tobasa
Hebat ke depan. Sebab perlu dipahami, bahwa kekuasaan kerap membuat orang “ terlena
“, yang tidak menyadari siapa sahabat sesungguhnya, “ tukas ayah empat anak itu.
Foto
: Kantor BKD selaku Unit pelaksana teknis Seleksi, terlihat lowong, pasca pelantikan beberapa hari lalu. Gambar diambil sekitar pukul 10 pagi. namun terlihat para pegawai baru bersih-bersih kantor dan tak banyak pegawai yang hadir.
