Minggu, 15 Januari 2017

Pengumuman Seleksi Jabatan di Pemkab Tobasa “ Via SMS WhatsApp “, Bupati Diminta Waspada Jebakan Politik



Tobasa,Hotnews
              Pada Kamis, (5/1/2017) Bupati Toba Samosir (Tobasa) Ir. Darwin Siagian telah melantik dan mengangkat sumpah 33 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di Pendopo Rumah dinas, Balige. Pelantikan para pejabat ini merupakan tindak lanjut hasil tahapan seleksi/lelang jabatan yang sudah dilaksanakan oleh panitia seleksi melalui intruksi PP 18 tahun 2016 dan Permenpan/RB No. 13 tahun 2014. Pengambilan sumpah jabatan oleh pejabat setingkat Esselon II ini dituangkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 018, 019 dan 020 tahun 2017.
             Uniknya, salah satu peserta seleksi LS yang mencurigai adanya ketidak jujuran selama proses seleksi berlangsung justru menyurati Bupati Tobasa pada tanggal 20 Desember 2016 lalu. LS yang nota bene Pegawai dilingkungan Pemda tersebut melaporkan beberapa bentuk dugaan ketimpangan dalam tahapan seleksi jabatan, salah satunya pengumuman hasil Psikotest melalui nomor HP pribadi dengan menggunakan layanan WhatsApp.
            Di dalam surat nya, LS menguraikan bahwa pada tanggal 15 Desember 2016 dirinya diperkenankan mengikuti ujian Psikotes, setelah dinyatakan lulus seleksi Administrasi. Sesuai jadwal, hasil Psikotes dimumumkan pada tanggal 19 Desember 2016. Di hari pengumuman itu dirinya mengaku mendatangi Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatikan Kabupaten Tobasa guna mendapatkan kepastian informasi hasil seleksi.
            Ketika berada dalam satu ruang kantor , salah seorang Kepala Seksi di Dinas tersebut berinisial P.I Tambunan mendatangi salah satu pegawai di ruangan tersebut bernama L.V Hutasoit dan meminta untuk di printkan sebuah makalah atau karya tulis milik Josib Briztito Sianipar, salah satu peserta seleksi jabatan. Sembari menunggu prinan selesai, kepala seksi dimaksud melontarkan pertanyaan tentang identitas kepegawaian LS. Setelah menjawab pertanyaan P.I Tambunan, si Pegawai tersebut lantas memperlihatkan hasil pengumuman seleksi yang tertera di layar HP nya melalui layanan WhatsApp. Kala itu ada 3 orang pegawai yang juga ikut mendengar dan melihat kesaksian P.I Tambunan” tulisnya
            Oleh sebab itu, LS beserta rekan lainya mengaku terkejut mengetahui pengumuman hasil Psikotest disampaikan melalui nomor Hand Phone (HP) via layanan WhatsApp. Sementara berdasarkan ketentuan Panitia Seleksi (Pansel) Nomor : 800/05/PANSEL-JPTP/XI/2016 tentang  seleksi jabatan pada huruf E, point 6 di ketentuan lain-lain disebutkan bahwa setiap perkembangan seleksi ini disampaikan melalui Website : www.tobasamosirkab.go.id.
            Melihat sendiri  peristiwa kecurangan itu, dimana pengumuman hasil psikotes lebih dulu diberitahukan kepada pribadi-pribadi lewat WhatsApp sebelum disampaikan secara resmi melalui website. Maka LS menilai telah terjadi ketidak jujuran dalam tahapan seleksi jabatan di Lingkungan Pemda Tobasa, sehingga mengarah pada tindak KKN yang berakibat pelanggaran hukum.
            Menyikapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tobasa Kasten Panjaitan yang ditemui awak media beberapa kali dikantor nya tidak pernah berhasil. Menurut keterangan sejumlah orang yang ingin menemui yang bersangkutan mengatakan bahwa Kasten Panjaitan mulai dilantik terlihat jarang berada di kantor. Bahkan nomor HP yang bersangkutan susah dihubungi.
            Selanjutnya, Lorent Sianipar selaku Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan karir yang mengetahui secara teknis proses seleksi ketika dimintai penjelasan tentang prosedur pelaksanaan seleksi jabatan justru enggan memberikan keterangan resmi. “ saya tidak berani memberikan keterangan sekaitan itu, takut menyalahi. Silahkan langsung ke pak Kaban saja” ujarnya.
            Audi Murphy Sitorus yang kala itu menjabat Sekda, sekaligus ketua Pansel saat dikonfirmasi oleh Wartawan malah mengaku bahwa dirinya tidak terlibat dalam kepanitian seleksi jabatan.” Itu gawe nya BKD, saya tidak memiliki keterlibatan dalam proses dan tahapan seleksi. Karena saya sendiri juga adalah peserta seleksi. Jadi mohon pertanyaan nya ke BKD saja,” kata Murphy yang baru dilantik menjadi Staff Ahli.
            Melihat persoalan ini, seorang Tokoh Pembina di organisasi kepemudaan, Simon Tambunan ketika dimintai tanggapan nya Minggu,(15/1) menghimbau kiranya bapak Bupati Tobasa, Ir. Darwin Siagian betul-betul menempatkan orang-orang atau pejabat-pejabat yang serius mendukung Visi/Misi nya untuk memajukan Kabupaten Tobasa. Dan bukan malah memilih orang-orang yang hanya mengambil kepentingan pribadi dari sebuah kepercayaan yang diberikan beliau.
            “ kita berharap orang-orang yang dihunjuk pak bupati menjadi pembantunya dalam mewujudkan Tobasa Hebat adalah orang-orang yang tepat, tentunya melalui pertimbangan-pertimbangan yang matang. Para pejabat yang dilantik ini kita harapkan mampu memberikan masukan yang positif serta membangun. Dan bukan melainkan saran-saran yang bernuansa politis sebagai tujuan menjebak Pimpinan untuk mengeluarkan kebijakan-kebiakan yang bertentangan dengan aturan dan Undang-undang, “ tegasnya.
            Maka dari itu, kewaspadaan terhadap niat-niat yang mencoba menjadi kendala dalam mewujudkan Tobasa Hebat, baiknya menjadi pedoman penting dalam memanagement pemerintahan. Untuk itu, ketelitian dalam menempatkan personil perangkat daerah merupakan strategi mencapai Tobasa Hebat ke depan. Sebab perlu dipahami, bahwa kekuasaan kerap membuat orang “ terlena “, yang tidak menyadari siapa sahabat sesungguhnya, “ tukas ayah empat anak itu.

Foto : Kantor BKD selaku Unit pelaksana teknis Seleksi, terlihat lowong, pasca pelantikan beberapa hari lalu. Gambar diambil sekitar pukul 10 pagi. namun terlihat para pegawai baru bersih-bersih kantor dan tak banyak pegawai yang hadir.